“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1Petrus5:7)
Mengapa anda bangun tidur di pagi hari? Karena anda yakin matahari pasti akan terbit dari timur, bukan…?? sehingga anda langsung berbenah diri dan siap melakukan aktivitas anda sehari-hari. Tanpa sedikitpun terlintas dalam pikiran anda kekuatiran “jangan-jangan matahari tidak terbit atau terbit dari barat.”
Keyakinan anda matahari selalu terbit dari timur adalah karena anda percaya semua itu ada yang mengaturnya. Siapa….?? Tidak lain adalah Allah pencipta langit dan semesta alam ini yaitu Yesus Kristus. Tetapi mengapa bila berurusan dengan makan…, minum…,pakaian….dan urusan kehidupan sehari-hari kita menjadi kuatir?? DIA bukan Allah yang menciptakan kemudian di biarkan begitu saja. Tetapi Dia memelihara ciptaan-Nya.
Kekuatiran berarti kita tidak percaya bahwa Allah sanggup untuk memelihara kehidupan kita. Bila kita kuatir tidak bisa makan…,tidak bisa minum….,tidak bisa berpakaian, berarti kita tidak percaya bahwa Allah sanggup untuk mencukupi segala kebutuhan kita itu. Bukankah “…..punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung?” (Mzm 50:10). Bukankah “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam?” (Hag 2:9).
Bila kita kuatir masa depan berarti kita tidak percaya bahwa “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Why 1:8). Bukankah Allah telah membuat”….rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari [masa] depan yang penuh harapan?” (Yer 29:11).
Bila kita kuatir tentang sakit penyakit yang sedang kita derita, berarti kita tidak percaya “Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.” (Kel 15:26). Bukankah “Oleh bilur-bilur-Nya [Yesus] kamu telah sembuh?” (1 Petrus 2:24). Bila kita hidup dalam kekuatiran, sepertinya kita sedang di kejar-krjar sesuatu. Ketakutanlah yang sebenarnya mengejar kita. Semakin kita kuatir maka semakin besar pula peluang untuk menjadi kenyataan.
Sumber : Renungan Bethany