Klik di sini untuk mempelajari panduan memperoleh penghasilan tambahan dari internet
 

Suatu hari saya pergi ke Bandung, naik bis malam sendirian. Saya tidak merasa takut, karena sudah terbiasa. Sekitar jam 02.00 pagi, saya seperti di bangunkan oleh seseorang. Dalam pikiran saya, siapa yang membangunkan saya?? Refleks saya bangun, tapi ketika saya bangun tasa yang ada dalam pangkuan saya, sedang di tarik oleh seseorang, secara refleks saya tarik kembali.

Ternyata yang menarik tasa saya seorang pemuda yaang duduk di seberang saya. Dia kaget dan tidak menyangka kalau saya terbangun saat itu. Lalu pemuda itu melepaskan tas saya, dan tas itu selamat berserta isinya. Dari peristiwa ini, saya mendapat pelajaran yang sangat berharga. Dan saya semakin yakin bersama Tuhan, kita selalu ada dalam lindunganNya.

Siapa yang membangunkan saya, kalau bukan Roh Kudus?Dia selalu ada di manapun saya berada, dalam suka, dalam duka. Saya sangat bersyukur karena kebersamaan dengan Dia dan hidup ini menjadi begitu indah.

Sumber : Renungan Perempuan.

Tagged with:
 

“Sifat yang di inginkan pada seseorang ialahKESETIAANNYA….” ( Amsal 19:22 )

Pernikahan adalah suatu perjanjian, bukan hanya dua orang tetapi 3 orang, karena ada Allah di tengah mereka. Mereka juga diikat dalam sebuah janji. Dan mereka akan setia melewati proses penyatuan, yang di kerjakan olrh Allah sendiri. Di dalam proses menuju kesatuan ini, tentu ada banyak masalah….rintangan….bahkan mungkin kekecewaan…..frustasi….keputusasaan…dll. Tetapi jika kedua pasangan memiliki sifat kesetiaan, dan keteguhan, maka sekalipun prosesnya panjang dan menyakitkan, akan tetap bertahan sampai seluruh rencana Allah di genapi dalam hidup mereka.

Kita tidak bicara soal cinta muda-mudi, atau perasaan sentimentil yang sering di ungkapkan dalam lagu-lagu roman picisan, namun berbicara soal keteguhan, loyalitas, dan integritas! Seandainya, setiap pasangan di muka bumi ini, memiliki satu sifat baik saja, yaitu sifat teguh seperti yang Allah miliki, maka walaupun mungkin ada banyak keluarga bermasalah, atau pasangan yang kurang serasi, atau pasangan yang kurang bahagia, tidak akan sampai ada perceraian di muka bumi ini.

Masing-masing pasangan akan memegang teguh komitmen untuk melalui suatu proses penyatuan, betapapun sakit proses itu. Saat ini perceraian tidak hanya terjadi di kalangan artis dan orang-orang dunia saja, namun di kalangan anak-anak Tuhanpun hal ini terjadi. Mengapa??karena tidak banyak anak-anak Tuhan yang memiliki keteguhan Allah di dalam karakternya. Itu sebabnya Amsal 19:22 berkata “ Sifat yang di inginkan pada seseorang ialah KESETIAAN….”

Sumber : Renungan Perempuan

Tagged with:
 

Seorang tuan kaya membuat pengumuman bahwa dia akan membagi-bagikan tanahnya. Suatu pagi, datanglah seorang anak muda dan bertanya bagaimana carauntuk mendapatkan tanah si tuan tanah dan seberapa banyak dia akan mendapatkannya. Lalu si tuan tanah berkata engkau harus berlari dan tergantung seberapa jauh kamu berlaridan di mana kamu berhenti itulah luas tanaha yang menjadi milikmu.

Mendengar kata-kata tuan tersebut, anak muda itu mulai berlari dengan semangat. Dalam pikirannya, berhektar-hektar tanah bisa dia miliki, apalagi dia masih muda dan kuat untuk berlari. Maka dia berlari terus dan terus berlari tanpa mau berhenti sedetik pun. Hari mulai sore dan si pemuda terus berlari, sampai akhirnya dia terjatuh dan mati.
Apakah yang terjadi selanjutnya?? Seberapa luaskah tanah yang menjadi miliknya?? Jawabannya adalah hanya setinggi tubuhnya saja ( kuburannya ).

Itulah sifat manusia : serakah dan tidak pernah merasa puas!! Banyak orang yang terjerat dengan budaya “ kejar berkat terus tanpa berhenti.” Tuhan tidak melarang anda untuk menerima berkat dan kekayaan, tetapi kalau tanpa proporsi yang benar, makan itu hanya akan mengakibatkan malapetaka.
Tuhan tidak menghalangi anda untuk maju dan sukses, hanya saja jangan terjebak di dalam ketidakpuasan dan keserakahan!!

Sumber : Renungan Perempuan

Tagged with:
 

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1Petrus5:7)

Mengapa anda bangun tidur di pagi hari? Karena anda yakin matahari pasti akan terbit dari timur, bukan…?? sehingga anda langsung berbenah diri dan siap melakukan aktivitas anda sehari-hari. Tanpa sedikitpun terlintas dalam pikiran anda kekuatiran “jangan-jangan matahari tidak terbit atau terbit dari barat.”

Keyakinan anda matahari selalu terbit dari timur adalah karena anda percaya semua itu ada yang mengaturnya. Siapa….?? Tidak lain adalah Allah pencipta langit dan semesta alam ini yaitu Yesus Kristus. Tetapi mengapa bila berurusan dengan makan…, minum…,pakaian….dan urusan kehidupan sehari-hari kita menjadi kuatir?? DIA bukan Allah yang menciptakan kemudian di biarkan begitu saja. Tetapi Dia memelihara ciptaan-Nya.

Kekuatiran berarti kita tidak percaya bahwa Allah sanggup untuk memelihara kehidupan kita. Bila kita kuatir tidak bisa makan…,tidak bisa minum….,tidak bisa berpakaian, berarti kita tidak percaya bahwa Allah sanggup untuk mencukupi segala kebutuhan kita itu. Bukankah “…..punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung?” (Mzm 50:10). Bukankah “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam?” (Hag 2:9).

Bila kita kuatir masa depan berarti kita tidak percaya bahwa “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Why 1:8). Bukankah Allah telah membuat”….rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari [masa] depan yang penuh harapan?” (Yer 29:11).

Bila kita kuatir tentang sakit penyakit yang sedang kita derita, berarti kita tidak percaya “Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.” (Kel 15:26). Bukankah “Oleh bilur-bilur-Nya [Yesus] kamu telah sembuh?” (1 Petrus 2:24). Bila kita hidup dalam kekuatiran, sepertinya kita sedang di kejar-krjar sesuatu. Ketakutanlah yang sebenarnya mengejar kita. Semakin kita kuatir maka semakin besar pula peluang untuk menjadi kenyataan.

Sumber : Renungan Bethany

Tagged with:
 

“Tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi PEREMPUAN yang beribadah.” (Timotius 2:10 )

Setiap perempuan di dunia ini, tidak ada yang tidak ingin cantik dan menarik di lihat orang. Mereka berdandan mati-matian, permak sana permak sini, supaya tetap terlihat cantik, walau di usia senja sekalipun. Sebenarnya tidak salah dan tidak dosa untuk selalu cantik, tetapi ayat hari ini mengatakan berdandanlah dengan perbuatan baik.

Dandan dengan perbuatan baik, tidak perlu biaya yang mahal, tidak perlu juga pergi ke salon berjam-jam, tetapi cukup dengan Firman Allah setiap hari, berdoa, memiliki hubungan intim dengan Tuhan. Lambat laun, proses belajar jadi baik itu berjalan dengan lancar.
Kenapa? Karena Firman Tuhan lah yang akan mengubah cara berpikir setiap orang, dengan berdoa, belajar untuk hanya bergantung pada Tuhan saja, tidak bergantung pada penampilan, tapi bergantung pada kekuatan Tuhan.

Setiap perempuan yang memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus, sorot matanya memancarkan kegembiraan selalu, hatinya selalu tenang. Perkataannya tidak pedas, tetapi cenderung memiliki kata-kata yang lembut, karena terapi firman setiap hari.

Sumber : Renungan Perempuan

Tagged with:
 

“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka” ( Mazmur 147:3 )

Derita dua perempuan bersaudara asal Quebec, Kanada, yang kini berusia 60 tahun itu memang terlalu dalam. Mereka menjadi korban kekerasan seksual yang di lakukan ayahnya saat menjadi bocah. Ayahnya melakukan incest ( hubungan seks sedarah ) dan menganiaya dua anak perempuannya antara tahun 1956-1963.

Kebencian yang mendalam sangat terlihat dari ucapan kedua putrinya tersebut. Mereka mengatakan, “ Saya tidak akn pernah menghadiri pemakamannya,” katanya. Ayahnya kini berusia 93 tahun, dan memiliki berbagai masalah kesehatan. Kanker kulit, nyaris buta, serta penyakit alzheimer.

Mungkin kita akan menyetujui tindakan kedua anak gadis itu. Siapa sich yang tidak mendendam kepada ayah yang sedemikian kejamnya “makan” anaknya sendiri? Dan kasus seperti ini saya yakin tidak sedikit, atau bahkan ada pembaca renungan ini yang meskipun tidak sampai di perkosa, namun mengalami pelecehan, baik seksual maupun emosional.

Yesus datang untuk membalut luka-luka itu. Yesus datang memang untuk mencari orang-orang yang sakit. Ia datang untuk mengobati. Ia begitu lemah lembut dan Ia rindu memulihkan setiap hati yang terluka. Hanya saja, ampunilah mereka yang telah menyakiti hatimu. Yesus tahu betapa sakitnya hatimu itu, namun sentuhanNya, mampu memulihkanmu dan menyembuhkanmu.

Sumber : Renungan Perempuan

Tagged with:
 

Alison adalah senior dari salah satu asrama putri di sebuah sekolah kristen. Dia bertobat setelah di bimbing oleh seorang teman yang berinisial “B”. Di awal pertobatannya itu, dia begitu rajin membaca Alkitab. Tetapi, keadaan di asrama tidak mendukung, karena hampir smua penghuni asrama memutar lagu-lagu sekuler dengan jenis musik yang berbeda-beda, rock, pop dan hip hop. Hari demi hari di laluinya. Keadaan tidak berubah, tetap terdengar lagu-lagu bernuansa rock, pop, maupun hip hop. Alison mencoba melawan dengan lagu atau musik kristiani. Tetapi, dia sedikit merasa bosan dengan keadaan yang seperti ini. Kekuatannya untuk melawan musik sekuler itu pun mulai melemah dan akhirnya dengan mudah dia tergelincirke musik sekuler.

Kehidupannya pun mulai berubah. Dulu dia mencari Kerajaan Allah dan kebenaranNya lebih dahulu, sekarang mencari kesenangan duniawi dulu. Alinson mulai mengalami ketergangguan, yaitu tidak bisa tidur tanpa musik atau video musik sekuler. Parahnya CD dan video itu mengarahkannya kepada seks abnormal, yaitu lesbian. Dalam hal ini, Alison masih mencoba melawan dengan membaca Alkitab, pergi ke gereja dan berdoa. Tetapi, ketika dia mau fokus pada Tuhan, dia selalu gagal. Saat-saat seperti ini di manfaatkan oleh iblis untuk menjeratnya.

Suatu kali dia bertemu dengan seorang adik kelas yang berinisial “K”. “K” tinggal di asrama untuk sementara waktu selama orang tuanya liburan. “K” adalah seorang lesbian. Semula Alison memperlihatkan ketidaktertarikannya, tetapi di kemudian hari dia sudah akrab dengan “K”. Suatu hari mereka berdiskusi, bersenda gurau di kamar. Di situlah awal kejatuhan Alison ke dalam kehidupan sebagai seorang lesbian. Sekalipun demikian Alison masih berpikir, berharap, dan berusaha untuk membawa “K” bertobat. Tetapi, semakin banyak berdekatan dan berbicara dengan “K”, semakin dia terseret. “K” dan Alison pun semakin menggila dalam kehidupan lesbian mereka. Di sisi lain Alison masih membaca Alkitab, berdoa dan ke gereja. Kehidupan yang benar-benar menunjukkan kemunafikan.

Suatu hari timbul niat hati untuk bertobat. Alison pun berdoa, “jika gaya hidup lesbian adalah dosa, tolonglah aku untuk berubah. Berikan di dalam diriku ketertarikan kepada laki-laki”. Lama setelah itu, Tuhan pun menjawab. Alison mulai tertarik dengan laki-laki dan selalu berpikir untuk memiliki suami. Kemudian Alison menghancurkan semua benda-benda yang berbau lesbian. Kisah ini memberi penjelasan penting bagi kita, yaitu kita tidak bisa mengalahkan pengaruh dan kuasa dosa dengan kekuatan sendiri. Hanya dengan komitmen dan pertolongan Tuhan kita bisa mengalahkannya. Kita harus memutuskan hubungan dengan benda-benda yang menyeret kita ke dalam dosa tersebut dan melakukan aktivitas kerohanian dengan tekun.

Sumber : Manna Surgawi

Tagged with:
 

Maaf, artikel ini kami bukan untuk tujuan menghakimi Anda. Jujur saja, sebagai manusia biasa yang lemah kita sering jatuh dalam berbagai pencobaan. Salah satunya adalah Seks. Berikut ini beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk lepas dari kecanduan seks :

1. Buat komitmen saya ingin berhenti
2. Terus berkomitmen meskipun jatuh lagi
3. Lakukan pertanggung jawaban atas komitmen yang di ambil
4. Men-share-kan kepada orang yang bisa di percaya
5. Mencari aktivitas pengganti
6. Banyak berdoa
7. Terlibat dalam pelayanan
8. Puasa
9. Membaca dan menghafal ayat Alkitab
10. Mengusir kuasa jahat
11. Mengendalikan pikiran
12. Menjauhkan diri dari pencobaan

Sumber : Renungan Perempuan

Tagged with:
 

“Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan Tuhan Yesus kristus menyertai kamu” (2 Korintus 1:2)

Banyak orang mencari “ketenangan” :
1. Ke pantai
2. Ke gunung
3. Ke pedesaan
4. Ke diskotik
5. Ke cafe-cafe
6. Ke mall

Tapi ketika kita pulang ke rumah, begitu kita sadar, kita tidak tenang lagi. Akhirnya kita stress dan kita ingin mengakhiri hidup kita, supaya setelah mati, kita mendapat ketenangan. Padahal itu semua salah, karena hanya “Damai Sejahtera Allah” saja yang dapat menenangkan hati kita, bahkan di tengah badai sekalipun.
Kata “menyertai” => mengikuti, mengiringi, mendampingi, dan selalu bersama kita. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk cemas, khawatir dan takut, karena “Damai Sejahtera” itu selalu ada pada kita orang yang percaya pada Yesus!

NB : betapa bahagianya kita memiliki damai sejahtera, karena jika tidak, sebanyak apapun harta kita akan sia-sia karena tidak memiliki ketenangan dari Allah.

Tagged with:
 

Luka hati dan kesendirian membuat Lisa Marie, seorang anak gadis berumur 15 tahun mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, di Michigan. Lima hari setelah peristiwa mengenaskan itu, sang ibu menemukan alasan keputusan Lisa di dalam buku harian putrinya itu.

Pada 7 November 1999 Lisa menuliskan “Hari ini hari pertama aku sekolah di Michigan. Saat masuk kelas aku di ejek murid-murid cowok yang menyebutku orang aneh. Ini adalah awal hari yang buruk. Kemudian beberapa murid cewek yang cantik dan populer mendatangiku dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan aku orang terjelek yang pernah mereka temui. Akupun menangis. Aku pulang ke rumah dan menelpon Jake, kupikir ini akan menjadikan keadaan lebih baik. Namun Jake mengatakan hubungan kami yang jarak jauh tidak bisa di teruskan. Aku mengatakan bahwa aku mencintainya dan merindukannya, tetapi dia mengakui alasan berpacaran denganku karena di tantang oleh teman-temannya. Dia memutuskan hubungan, padahal kami berpacaran selama 2,5 tahun.”

Pada 9 November 1999 Lisa menulis, “Aku sungguh rindu jake, tapi dia merubah nomor teleponnya sehingga aku tidak bisa menghubunginya. Hari ini seorang cowok populer mengajakku ke pesta dansa. Kemudian cewek-cewek cantik mengajakku makan siang bersama. Wow, sungguh menyenangkan :”Hari selanjutnya, “Aku menangis sekarang. Ternyata cowok itu brengsek, dia menumpahkan minumannya ke bajuku lalu cewek-cewek itu mengoyakkan bajuku dan semua orang menertawakan aku. Nenek memberitahukan bahwa pagi ini papa dan mama tabrakan, mereka dalam keadaan kritis. Aku tak sanggup lagi menulis.”

Inilah isi hati Lisa pada 11 November 1999, “Hari ini Sabtu, nenek dan aku di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu di RS nenek baru tahu bahwa dia terserang kanker perut dan harus di kemoterapi. Aku masih tidak percaya, papa meninggal. Aku sudah capek menangis dan aku letih, aku harus tidur. “ Pada 12 November 1999 Lisa menutup kisah hidupnya, “Papa tidak meninggal, tidak mungkin! Ini semua hanya mimpi. Aku sudah menangis terlalu lama. Aku ingin mati, bawalah aku….” keesokan harinya Lisa di temukan tewas gantung diri dengan tali berwarna kuning.

Kisah tragis ini memberi 2 penjelasan kepada kita :
1. Memiliki sikap buruk yang suka merendahkan dan menjatuhkan orang lain, sama saja dengan membunuh orang itu secara perlahan-lahan.
2. Kita memerlukan teman untuk mencurahkan isi hati kita, karena itu kita perlu bahu yang dapat menopang kita.

Tagged with:
 
Halaman 1 dari 3 halaman123»