Di tengah gempuran es krim modern dari berbagai negara yang tengah beredar di Indonesia. Ada salah satu es khas Indonesia yang masih bertahan hingga kini yaitu es puter atau bisa di sebut es dung dung.

Gerobak es puter
Dahulu kala es puter dijajakan keliling dengan gerobak. Untuk menikmatinya bisa dengan jepitan roti tawar atau dengan taburan sagu yang warna-warni. Kemudian biasanya diberi taburan meises atau susu cokelat. Es puter berbeda dengan es krim milik negara tetangga. Rasanya manis tetapi ada rasa gurih, dan teksturnya sedikit kasar. Ini karena es puter terbuat dari santan bukan susu, dan pembuatannya juga masih menggunakan tenaga manual bukan mesin.
Berawal dari keinginan orang Indonesia untuk bisa menikmati es krim melahirkan modifikasi pembuatan es krim dengan mengganti bahan utama yaitu susu dengan santan kelapa. Dengan memadukan santan kelapa dengan buah-buahan lokal seperti kelapa muda, nangka, atau durian terciptalah es krim yang lebih Indonesia yang kita kenal dengan sebutan es puter.
Es puter di buat dengan cara mengaduk bahan es, santan, gula dan rasa buah-buahan kedalam sebuah tabung. Tabung yang telah diisi bahan-bahan tersebut lantas direndam dalam es yang sudah dicampur garam. Proses campuran es dan garam inilah yang akan menghasilkan suhu dingin alami yang akan membekukan bahan dasar es puter tersebut. Sambil terus diputar, adonan di dalam tabung pun membeku menjadi es puter.

