Klik di sini untuk mempelajari panduan memperoleh penghasilan tambahan dari internet
 

Dua ekor burung bernama cicit dan cuit memutuskan untuk membuat sarang pada cabang-cabang pohon cemara. Hari demi hari mereka mencari rerumputan kering kemudian dengan menjepit rumput-rumput itu di paruh, mereka mengantarnya ke cabang pohon cemara. Kedua burung itu bekerja keras, mematuk, menarik dan merangkai. Tak lama kemudian terciptalah sebuah sarang yang cukup besar dan nyaman. Di siulah mereka tinggal selama berbulan-bulan. Mereka tidur, bercanda bahkan bertelur di sarang itu. Sehingga rasanya sarang itu sudah menjadi bagian hidup mereka. (more…)

 

Seandainya aku membesarkan anak lagi, aku akan membangun kepercayaan dirinya terlebih dahulu, sebelum membangun rumah………….

Aku akan lebih banyak menggunakan jariku untuk menggambar, dari pada untuk menegakkan disipilin…………

Aku akan berusaha lebih keras untuk memahami anakku, dari pada aku memaksakan kehendakku pada dirinya……………

Aku akan lebih mengikuti anakku dengan mataku, dari pada mengamati jarum jam………

Jika membesarkan anak lagi, aku akan mengurangi minat untuk belajar lebih banyak, dan belajar lebih banyak untuk menaruh minat dalam segalanya………….

Aku akan lebih banyak naik sepeda dan menerbangkan layang-layang………….

Aku akan lebih banyak bermain di lapangan dan melihat bintang-bintang lebih lama………

Aku akan lebih sering memeluknya dari pada memarahinya…………..

Aku akan mengurangi sifat kerasku dan menjadi lebih positif…………….

Aku tidak akan menjadi orang yang mencintai kekuatan, tetapi orang yang memiliki kekuatan cinta………..

Sumber : Chicken Soup

Tagged with:
 

Suatu hari saya pergi ke Bandung, naik bis malam sendirian. Saya tidak merasa takut, karena sudah terbiasa. Sekitar jam 02.00 pagi, saya seperti di bangunkan oleh seseorang. Dalam pikiran saya, siapa yang membangunkan saya?? Refleks saya bangun, tapi ketika saya bangun tasa yang ada dalam pangkuan saya, sedang di tarik oleh seseorang, secara refleks saya tarik kembali.

Ternyata yang menarik tasa saya seorang pemuda yaang duduk di seberang saya. Dia kaget dan tidak menyangka kalau saya terbangun saat itu. Lalu pemuda itu melepaskan tas saya, dan tas itu selamat berserta isinya. Dari peristiwa ini, saya mendapat pelajaran yang sangat berharga. Dan saya semakin yakin bersama Tuhan, kita selalu ada dalam lindunganNya.

Siapa yang membangunkan saya, kalau bukan Roh Kudus?Dia selalu ada di manapun saya berada, dalam suka, dalam duka. Saya sangat bersyukur karena kebersamaan dengan Dia dan hidup ini menjadi begitu indah.

Sumber : Renungan Perempuan.

Tagged with:
 

OBSeorang pengangguran melamar pekerjaan sebagai “office boy” di Istana Negara (kantor SBY). Roy Suryo (yang kebagian tugas waktu itu) mewawancarai dia dan melihat dia membersihkan lantai sebagai tesnya.

“Kamu diterima,” katanya.

“Berikan alamat e-mailmu dan saya akan mengirim formulir utk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja.”

Laki-laki itu menjawab, “Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail.”

“Maaf?” kata Roy Suryo. “Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup. Dan siapa yg tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja.”

Laki-laki itu pergi dgn pikiran yang kosong. Dia tidak tahu apa yg harus dilakukan hanya dgn Rp.100.000 di dlm kantongnya. Kemudian ia memutuskan utk pergi ke Pasar Minggu dan membeli 10 kg peti tomat. Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah.

Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali dan pulang dgn membawa Rp.300.000 Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dgn cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari. Dia pun membeli gerobak, lalu truk,kemudian akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengirimannya sendiri.

Tiga tahun kemudian, laki-laki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar di Indonesia, dan diundang ke Istana Negara untuk menerima penghargaan Swakarya. Pada sesi tanya jawab dengan wartawan, ada yg menanyakan alamat website perusahaannya.

Laki-laki itu menjawab, “Saya tidak punya e-mail, apalagi website”

Sang wartawan bertanya dgn penasaran, “Anda tidak memiliki e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau Anda punya e-mail?!”

Laki-laki itu berpikir sejenak lalu menjawab, “Ya, saya mungkin masih jadi office boy di Istana Negara!!”

Roy Suryo yang kebetulan lewat langsung menajamkan telinganya…
Sumber : milist

 

Tiba-tiba kegelapan menyelimuti seluruh rumah, ketika keluar ke halaman, tetangga kanan-kiri juga gelap gulita. Hari itu ternyata terjadi pemadaman listrik. semua orang segera sibuk mencari benda penerang alternativ, mulai dari senter, lilin, bahkan handphone di jadaikan untuk penerang supaya minimal tidak tidak tersandung benda-benda sekelliling.

Manusia pada dasarnya tidak suka kegelapan. Ketilka berada di dalam kegelapan, manusia secara otomatis berpikir bagaimana untuk mencari atau membuat benda-benda penerang. Jika di hutan atau perkemahan biasanya menyalakan api unggun atau lampu petromak. Jika di pedesaan yang masih belum terjangkau listrik, mereka menggunakan lampu minyak.

Dalam kitab Yesaya 60:2a di katakan ” Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa;” Seluruh bumi sedang dalam kegelapan, dan sebagaimana wajarnya manusia, mereka mencari terang dengan berbagai cara.

Ada berbagai macam terang yang ada dalam dunia ini, namun banyak terang yang di tawarkan seringkali hanya terang yang menyala hanya sebentar yang kemudian redup dan menghilang tertelah oleh kegelapan.

Sumber : Renungan Perempuan

Tagged with:
 

Konon ada sepotong besi yang dikenal sangat kuat. Banyak yang berkeinginan untuk mencobai kekuatannya. Karena menurut mereka ia hanyalah sepotong besi kecil yang bisa dengan mudah dihancurkan. Gergaji, martil, kampak dan api berkumpul untuk membuktikan bahwa mereka bisa menghancurkan besi tersebut.

“Saya akan maju terlebih dahulu untuk menghancurkan besi kecil itu,” kata kampak. Ia pun mulai menhantamkan tubuhnya ke atas besi kecil itu, tetapi setiap kali menghantam, ia semakin tumpul karena besi kecil itu ternyata sangat kuat. Kampak pun akhirnya menyerah dan mempersilahkan yang lain untuk mengadu kekuatan dengan besi kecil.

“Biar saya yang menaklukkannya,” ujar gergaji. Mulailah gergaji bergerak maju mundur, tetapi setiap gerakan membuat gigi-giginya rontok. Setelah tidak ada lagi gigi gergaji yang tersisa, ia menyerah dan mengaku kalah.

“kalau yang lain gagal, saya pasti bisa menaklukkan besi kecil itu,” kata martil yang dari tadi menunggu giliran. “Tuuunggg…” bunyi hantaman martil yang keras menghantam besi kecil. Seketika kepala martil terpental dan besi kecil tetap tak bergeming.

Kini giliran api kecil yang lembut. “Boleh saya mencoba melakukannya?” tanya api kecil merendah. Mendengar permintaan api kecil, semua yang ada mengejeknya, “Kami saja yang terkenal kuat tidak bisa menghancurkan besi kecil itu, apalagi kamu.”

Api kecil maju perlahan-lahan dan mulai melingkar di sekitar besi kecil yang kuat. Ia memeluk erat besi kecil dan tidak melepaskan pelukannya hingga besi itu meleleh karena pengaruh panas dari api kecil tadi. “Menakjubkan,” sahut semua yang menyaksikan.

Sobat sukses, ada dua pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini. Yang pertama ialah jadilah orang yang rendah hati. Jangan suka menyombongkan diri. Ingatlah bahwa manusia memiliki keterbatasan. Dan setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Jangan pernah meremehkan orang lain.

Pelajaran yang kedua ialah hati yang keras hanya dapat ditaklukkan dengan kelemah lembutan. Semakin kita keras, ia akan lebih keras.

Sumber: Renungan Manna Sorgawi

Tagged with:
 

Seorang pria melamar sebagai pesuruh atau office boy di sebuah perusahaan ternama. Setelah melalui wawancara dan beberapa tes, akhirnya ia diterima. “Anda diterima. Sekarang berikan alamat email Anda karena saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan Anda bisa mulai bekerja.” Kata bagian personalia kepadanya. “saya tidak punya komputer, apalagi email Pak,” jawab pria itu. “Maaf, kalau begitu Anda tidak bisa bekerja di sini,” kata bagian personalia itu menjelaskan. Mendengar pernyataan itu, pria tersebut keluar dengan langkah gontai. (more…)

Tagged with:
 

Orang Jepang sangat menyukai makanan seba mentah, khususnya ikan mentah yang masih segar. Sayangnya, perairan mereka tidak memberikan persediaan ikan yang cukup, sehingga para nelayan harus berlayar jauh untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak. Para nelayan menghadapi masalah, karena jarak yang cukup jauh membuat ikan tangkapan mereka tidak lagi segar ketika tiba di pantai. Jelas saja para penggemar ikan tidak menyukai ikan yang tidak segar, sehingga para nelayan mengalami kerugian.

Tetapi para nelayan ini tidak kehabisan akal, mereka melengkapi kapal mereka dengan lemari pendingin. Ikan-ikan hasil tangkapan mereka langsung dimasukkan di dalam kulkas dan dibawa pulang. (more…)

Tagged with: